Pelan dan waspada mas…
Menurut teori berkendaraan motor, kecepatan berpengaruh terhadap penguasaan kontrol si pengendara terhadap kendaraan yang ia kemudikan, artinya semakin cepat kita memacu kendaraan maka semakin kecil kontrol kita terhadap kendaran itu sendiri, karena jarak pandang semakin sempit… ini terbukti pada saya, 2 bulan yang lalu ketika dalam perjalanan ke tempat kerja (sekolah), sepeda motor yang saya kendarai tiba-tiba dan sekonyong-konyong oleng ke kanan dan bruk…jatuh. Tentu ada penyebabnya, sepeda motorku itu sebelumnya menyenggol sepeda motor orang yang hendak saya lewati.
Perhitungan saya kecelakaan itu tidak akan terjadi seandainya sepeda motor yang ada di depan saya tidak belok secara tiba-tiba dan menyalakan lampu sen sebelumnya untuk kasih aba-aba, tapi itulah, seandainya saya lebih waspada mungkin saya bisa mengontrol sepeda motor saya dengan baik sehingga persenggolan itu tidak terjadi.
Sebenarnya jatuh dari motor itu perkara yang bisa saja terjadi pada pengendara sepeda motor seperti saya sebagai resiko berkendaraan. Tapi yang saya alami adalah akibat dari kecelakaan yang berbuntut cederanya lutut saya akibat tertimpa motor saat jatuh, lutut kanan saya benar-benar sakit dan karenanya saya tidak bisa berdiri dan jalan. Innalillahi…
Selama 2 minggu saya harus dirawat di tukang urut spesialis patah tulang untuk mengembalikan kondisi lutut kaki kanan saya dan menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 bulan untuk proses pemulihan… lumayan selama waktu itu ga bisa kemana-mana, termasuk tidak bisa ke sekolah dimana saya mengajar.
Setiap kejadian yang menimpa manusia baik yang bikin senang atau susah hendaknya ditafakuri dengan pikiran yang jernih, seperti apa yang dianjurkan agama. Selama masa pengobatan itu terkadang saya merenung, apa hikmah dibalik semua ini.. konon katanya bahwa musibah, kecelakaan atau sakit merupakan teguran Alloh terhadap umatnya agar kembali mengingat-Nya dan memperbanyak taubat. Ah, selama ini mungkin diri ini telah lalai… lalai melaksanakan perintah-Nya, terlena dengan kesenangan dunia yang membuat hati jauh dari-Nya…. Astagfirullohal adzim… Laa haula wa laa quwwata illa billahil aliyyil adzim
Filed under: Curahan Hati, Hikmah | 3 Comments




















alhamdulillah dah sembuh.
Hati2 lain kali yach…
Jadi teringat.. Hiks!
BTW, artikel ini kok cuma buat mas-mas doang sih? Lha yang mbak-mbak gimana?
Yang mbak2 di blog sy mbak….