BBM Naik Rakyat menjerit
Tinggal menunggu waktu Harga BBM naik, dan jeritan rakyat makin mengencang. Namun sepertinya jeritan itu bakal makin tak terdengar, soalnya untuk menjerit butuh asupan energi sedangkan energi makin mahal dan susah didapat. Kenapa rakyat harus menanggung beban berat ini. Hidup di negeri makmur subur loh jinawi makin berat saja.
Apa pemerintah ga ada jalan lain untuk menyelamatkan anggaran belanja sehingga harus mencabut subsidi BBM, Pemerintah berdalih cuma itu satu-satunya jalan untuk menyelamatkan keuangan negera dari kemungkinan defisit anggaran, sudah hilangkah kreatifitas pemerintah?.
Sebagai rakyat biasa yang berpenghasilan biasa-biasa saja tentu menyesalkan keputusan pemerintah itu. Sekarang saja beban anggaran keluarga sudah pas-pasan, apalagi nanti kalau BBM sudah dinaikan, apakah anak-anaku bisa dibeliin susu yang berkualitas, dikasih makanan bergizi, dibeliin pakaian layak, diajak main ke tampat main anak lagi, dan … dan…
Sudah bisa dipastikan kenaikan Harga BBM ini akan disusul dengan naiknya ongkos kendaraan umum. itu artinya saya harus lebih banyak lagi mengeluarkan uang buat pergi pulang ke tempat kerja, sekarang saja butuh 50.000 rupiah untuk mencapai tempat kerja di Cikampek, ntah berapa rupiah nanti ketika ongkos angkutan naik. Seandainya Kenaikan ini juga dibarengi lagi dengan kenaikan gaji yang signifikan, mungkin beban biaya hidup ga terlalu berat kali yah…
Katanya sebagai kompensasi akan ada Bantuan Tunai Langsung Plus, tapi bagi saya ga pengaruh toh juga ga masuk daftar penerima, lagian kalaupun dapat mungkin ga berpengaruh banyak buat nutupin defisit anggaran dapur tuh…
Memang situasi seperti ini tidak menguntungkan, kapan bisa nabungnya… dapur sudah pada bocor lagi… . Tapi sepertinya masih bisa bertahan dan tetap harus bersyukur, coba lihat rakyat miskin yang ga punya jaminan hidup… bagaimana mereka bisa menjalani hidup, yang seharusnya dijamin negara itu…
ya udah lah jalani aja… makin pusing kalo dipikirin terus….
Filed under: Curahan Hati | Leave a Comment
Tags: BBM




















No Responses Yet to “BBM Naik Rakyat menjerit”