Di jaman sekarang, dimana uang dan keuntungan materi yang dinomorsatukan, berbagai cara dilakukan termasuk di dunia seni. Seiring dengan maraknya produksi film nasional, maka boominglah film-film baru buatan lokal dengan berbagai tema. Agar filmnya ditonton banyak orang, para produser berlomba mencari tema yang sedang diminati masyarakat. Kalau saya perhatikan belakangan tema yang ngetren adalah hantu dan percintaan. Maka digaraplah film sesuai dengan tema yang diusung, pada bagian ini diperlukan daya kreasi yang tinggi agar adegan-adegan bisa menarik dan layak dijual kepada penonton. Namun sayangnya terkadang sebagian pembuat film mengabaikan unsur-unsur edukasi, moral, norma, dan etika. Yang saya amati malah unsur hiburan tokh dan unsur pemuasan nafsu manusia yang diutamakan.

Contoh konkrit yang sedang heboh saat ini adalah sebuah Film (yang belum beredar) berjudul ML yang menuai banyak protes di kalangan masyarakat. Terlepas ada banyak sedikit adegan “miring” di dalamnya, membaca judulnya saja kita bisa terpeleset ke dalam makna negatif. ML itu seperti yang kita tahu adalah singkatan dari Making Love artinya “bercinta”. Kalau di Barat ML itu bisa diartikan melakukan “itu” secara suami-istri sah atau antara lelaki dengan perempuan di luar nikah (zina). Jadi dari pengertian saja sudah terbayang kalau di film itu terdapat cerita/adegan yang menggambarkan hubungan badan antar laki2 dan perempuan bukan suami istri.

Sepertinya kehebohan itu bukan disebabkan judulnya semata, namun dari cuplikan yang bocor internet, film itu penuh dengan adegan ranjang atau banyak ranjang yang menjadi latar belakang adegan2nya. Meskipun sutradara dan Produsernya berkilah bahwa tujuan film itu dibuat adalah untuk mengingatkan masyarakat tentang bahayanya seks bebas, terlepas dari isi filmnya itu, saya berkesimpulan produser dan kru film menjadikan unsur seks sebagai cara untuk menarik penonton dan mendapatkan keuntungan materi, masalah efek samping dari film itu bukan urusan mereka, silakan masyarakat yang melakukan filterisasi sendiri..
Dalam waktu dekat ini, lagi sebuah film dengan judul menggelitik “Anda Puas Saya Loyo” akan dirilis, kalau dilihat judulnya yang mengandung kata “Puas” dan “loyo” mengundang arti “lain” tentunya bisa bikin orang penasaran menonton di bioskop. Memang unsur seks selalu menjadi perhatian dan daya tarik para penikmat film sebagai tema yang selalu “laku”.

Namun yang diperlukan bangsa ini ketika nilai ketimuran dan agama yang semakin merosot adalah upaya-upaya untuk memberikan pendidikan dan suguhan yang santun sesuai norma2 dan ajaran agama yang berlaku di masyarakart. Meskipun tetap pilihan ada pada masyarakat, akan lebih baik kalau pilihan2 itu juga jangan yang jelek semua, karena sebagian masyarakat kadang kagak bisa milih yang benar….



13 Responses to “Setelah “ML” disusul “Anda Puas Saya Loyo”..”  

  1. heheheh makin menjadi²

  2. 2 agn

    saya malahan curiga kalau para pembuat film itu adalah agen2 negara asing…:D

  3. 3 FaNZ

    ntar judul nya apa lagi yah??

  4. 4 mar

    Manusia perfilman kelihatannya sengaja membuat judul yang “WAH” untuk menarik perhatian khalayak. Kalaupun judul film menjadi topik perbincangan dan menjadi salah satu judul film yang terancam dicekal, itu malah menjadi sarana publikasi gratis. kebanyakan orang, termasuk saya, malah jadi penasaran… jadi pengen nonton.

  5. 5 kaptenpanda

    sayang ……… perfilman Indonesia semakin aneh. Tema² yang kadang tidak perlu dibikin film, malah digembar-gemborkan sebagai ajang bebas berkreasi ………….. apakah mengumbar aurat juga kebebasan???

  6. 6 bangkit INDONESIAqu

    malu lah qta ini bangsa timur yang menjunjung tinggi budaya, norma dan agama. Jangan dirusak demi kepentingan KOMERSIL.
    INTINYA para produsen (asal INDIA) itu lebih memeilih UANG daripada memajukan BANGSA INDONESIA

    -Thanks-
    SOLIDARITAS untuk INDONESIA

  7. 7 bedil

    filmnya kluar kapan ?

  8. cckckckkckc lucu bgt ni judul haah besok judulnya abis pake pulang tuh kali judul yg pantes asal aja ya ni orang indo bikin film sadar mass negara kita mayoritas islam mau di penggal kepala ente ha

  9. 9 oky

    oke

  10. 10 seno

    dasar gak punya moral, film kelas kancut lagi dah yang nongol…

  11. 11 anne

    iya ya sekarang nie filmnY bnyak yang g mNdidik gtu,g ngandung pesen moral orang lebih tertarik pada sesuatu yang berbau gtu2an yah g semuanya sih tp faktanya film2 yang bermutu g laku ya khan????????
    mau dibawa kemana bangsa nie?????

  12. wahhhhh,, tu judul koq membuat bergairah ya?? qt ini khan bangsa yang penuh budaya, komunitasnya aja islam,, kok malah ada yang fim beginian?? gak bener ini!!!

  13. 13 Malia_cut3z

    Yg bener aj bikin judul kok kedengeran’a bikin org berpikir gak2… Ganti aja judul’a sblm diprotes FPI,hehe


Leave a Reply