aff-suzuki-2008Meski kalah, saya melihat indonesia pantas menang dalam pertandingan terakhir melawan Singapura di kejuaraan piala AFF Suzuki 2008 yang dilangsungkan di stadion bung karno beberapa saat lalu. Kalau melihat jalannya pertandingan terutama di babak pertama indonesia begitu dominan, namun sayangnya kelemahan ada di penyelesaian akhir atau bahasa kerennya finishing touch..

Saya melihat semua kemampuan yang dimiliki para pemain indonesia sudah maksimal, hanya faktor luck saja yang tidak didapat Indonesia. Beberapa peluang di depan gawang tidak bisa dimanfaatkan oleh para pemain Indonesia. Sebaliknya di kubu singapura yang diperkuat 7-8 pemain asing (kenapa ga 11 aja ya semuanya, malu kali..) yang sudah jadi warga negaranya  kelihatannya begitu matang menghadapi gempuran-gempuran para pemain indonesia, malah sebaliknya mereka bisa memanfaatkan bola mati untuk dijadikan gol ke gawang indonesia.

Meskipun kalah, ya tetep lah indonesia masuk semi final dan lawannya nanti adalah Thailand yang menjuarai grup B, sepertinya bakal seru tuh…

kita tunggu yah..



14 Responses to “Hasil piala Suzuki AFF 2008: Meski kalah Indonesia sebenarnya menang lho..”  

  1. 1 eris

    walaupun kalah dengan singapor indon pasti juara…….

  2. iya bener.. Indonesia sebenarnya pantas menang… Tapi masih ada catatan untuk striker Bambang pamungkas dan lini belakang TIMNAS. Masih lemat pertahanan,,, dan Bambang sudah tidak punya tanduk lagi. Budi yang lebih agresift.. semoga bambang sadar akan keadaan dia sendiri…

  3. Singapura banyak pemain naturalisasi. Mereka sedikit demi sedikit bakal menggusur para pemain “pribumi”. Mereka sudah mempersiapkan segudang pemain asing untuk dinaturalisasi. Rupa2nya mereka tidak percaya diri dengan SDM-nya sendiri dalam bidang sepakbola……..

  4. 4 Fani

    Indonesia hrs mng lwn thailand ..
    Cz lwn hyndai za mng msa lwn thailand klh ?

  5. 5 darmanto

    dobol

  6. 6 kangen band

    hajar blay !!!!

  7. 7 abdy

    indonesia harus menang klo kalah saya mau benny dollo dihukum suruh pake rok trus lari keliling kota jakarta.

  8. 8 abdy

    indonesia harus tamfil all out jgn demam lapangan

  9. 9 ATAR

    KAPAN Y INDONESIA JADI JUARA……..

  10. 10 ATAR

    ganti pelatih…
    masukkan pemain naturalis dalam skuad timnas…
    klo indonesia pengen juara
    jagan hanya ngandalkan yang itu-itu saja

  11. Saya sech setuju bgt ya meski klh lwan thailand tpi aq liat indonesia permainanya udh baik tpi klw blh saya saranin pertajamin duet BP sama budi pasti ntr tmbh tajem.. Dan jga pertahananya tu udh bgus tpi kipernya masukin fery pasti perthananya tmbh pas dan solid..oc ^^

  12. N jga pelatihnya udh bgus ya.. Tpi tetep pertahanin aja ya.. Jgn bntr2 gnti kan jadi kacau gmana mw nyesuain formasi yg jitu klw pelthnya klh dkt lgsng dganti..!! Klw dksh ksmptan kan mgkn plth beny dolo kan udh tw permainan2 tim2 yg udh dlawan timnas jadi ntr klw ada laga atau pertandingn lg kan bang beny udh bsa nyusun strateginya.. Iya gk.. Anggp aja klh menang itu biasa aja.. Yg pntng kta harus krja keras dan jgn pantang mundur.. Maju trus indonesia… Bravo!! I love indonesia!!

  13. Sebagaimana yang sejak awal saya menduganya, Vietnam juara. Selamat buat Vietnam atas kemenangan di AFF, yang menurut saya lebih ditentukan oleh mental bertanding mereka yang kuat, sekali pun skill mereka bila diperbandingkan, sangat jauh tertinggal di banding timnas Indonesia. Dan atas kekalahan Timnas kita di AFF 2008 lalu, sudah bukan waktunya lagi bagi kita menyalahkan kepengurusan PSSI. Saya kira pertanyaannya sekarang bukan lagi pada tingkatan “bagaimana Indonesia mempunyai sebuah organisasi yang baik, atau sebuah kompetisi yang baik?” Itu sudah tidak lagi relevan untuk dijawab di tahun 2009 ini. Solusi tentang revolusi/pergantian kepengurusan PSSI sudah terlalu basi, dan sampai kapan pun tidak akan pernah menjawab persoalan apa pun untuk kita bisa membesut sebuah timnas yang disegani di kawasan Asia Tenggara dan juga Asia, berapa pun uang yang dikeluarkan. Dan bagi saya mereka benar-benar tidak memahami, tidak menyentuh pada substansi yang sebenarnya. Bukan dengan kepengurusan PSSI letak persoalannya, Justru, pertanyaannya yang sekarang diajukan adalah, “bagaimana kita bisa membentuk suatu timnas yang menjadi pemenang?” Dan masalahnya justru ada di lapangan, bukan di luar lapangan. Saya pikir kalau mereka bisa membuka mata dan menjernihkan pikiran dengan selebar-lebarnya, sesungguhnya kita sudah punya liga yang sangat baik di Asia, jadi model kepengurusan yang seperti apa lagi yang mereka inginkan. Soal hebatnya liga kita, perhatikan saja bagaimana beberapa waktu lalu, juara liga Thailand, bila di diadu dengan klub-klub lokal mereka tidak ada apa-apanya, selalu dipecundangi, bahkan hanya oleh tim-tim kelas menengah Indonesia. Ironisnya, bukankah sebuah bangsa yang memiliki liga yang bagus tidak jaminan, kalau timnasnya bakal juara. Inggeris, dan juga Spanyol konon memiliki liga dan kepengurusan paling modern dan terbaik di dunia saat ini, tapi di pentas piala dunia, toh mereka selalu gagal, anda dapat mencermatinya dari kekalahan di beberapa perhelatan terakhir. Jadi berhentilah menyalahkan kepengurusan PSSI, itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan kebutuhan di lapangan.
    Yang kita perlukan sekarang memang revolusi, namun bukan lagi revolusi di bidang kepengurusan, melainkan sebuah “revolusi paradigma”. Ini konnkretnya, berkenaan berkenaan dengan paradigma tentang sebuah “timnas yang tangguh”, yang karenanya, tidak bisa tidak, kita akan merubah ‘mindset’ kita, tentang “apa timnas yang baik itu?”. Idealnya, timnas yang baik, haruslah terdiri dari sumberdaya yang juga baik. Orang yang memiliki kultur bola yang baik jangan dipaksakan menjadi pemain yang baik. Perhatikan Brazil, Argentina, kenapa pemain mereka banyak yang dipakai di liga-liga paling maju dan terbaik di dunia. Itu bukan lantaran mereka memiliki keorganisasian yang lebih dari Indonesia, melainkan lantaran mereka lebih punya taste untuk bola. Mereka memiliki tradisi bola yang kuat dengan bangsa mereka. Jadi bukan hanya sekedar skill, pengalaman di liga yang baik aja, semua itu hanya akan sia-sia, bila yang bersangkutan tidak memiliki mental dan naluri yang bagus, yang saya konfigurasikan sebagai kultur bermain bola. “Siapa orang-orang Indonesia yang bisa masuk level pada level itu?” Jawabannya pasti adalah orang-orang PAPUA, yang karenanya “kita hanya akan membentuk timnas Indonesia dari orang-orang yang dalam konteks keseluruhannya terdiri dari putra-putra terbaik Papua”. Jadi kita tidak akan meniru kegilaan Singapura yang menggunakan cara-cara naturalisasi, sebab kita sudah punya anak-anak bangsa sejati [orang-orang Papua], yang jelas-jelas memiliki kultur dan tradisi bola terbaik di Asia. Jadi kita tidak akan lagi menggunakan orang-orang dari ras Melayu [Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan], kita hanya akan menggunakan orang-orang dari Papua, atau paling tidak Ambon. Sebab sekali pun orang Melayu punya skill dan pengalaman yang sangat baik di lapangan, mental mereka mudah sekali jatuh, dan ketika itu terjadi, maka skill dan pengalaman segudang yang mereka miliki sudah tidak lagi ada artinya, sehingga mereka akan dengan mudah dikalahkan oleh lawan-lawannya yang justru kelasnya ada di bawah mereka, seperti timnas Thailand dan Singapura [bisa dilihat di liganya]. Dan di lapangan kekalahan mereka bukan karena faktor skill atau pengalaman, melainkan semata-mata faktor mental. Dan untuk Timnas yang terdiri dari orang-orang Papua, kita hanya memerlukan seorang pelatih kelas dua, katakanlah sekelas Benny Dollo, Rahmat Darmawan atau pun Ivan Kolev, itu saja sudah cukup… Percayalah, dengan begini niscaya kita akan memiliki timnas yang terbaik, tidak saja di kawasan Asia Tenggara, tapi juga yang disegani di Asia, bahkan bukan tidak mungkin “dalam waktu dekat ini”, kita akan menjadi partisipan permanen di piala dunia. Itu saja saya kira, terimakasih.

  14. bung beny doa andalkan Tuhan dalam pekerjaan mu mujizat pasti terjadi


Leave a Reply