Radiasi Ponsel Tidak Berbahaya
Beberapa waktu lalu beredar isu soal sms santet, dimana penerimanya akan tewas seketika saat membuka sms. Penyebab kematian bisa diakibatkan oleh radiasi sinyal ketika sms dibuka. Namun berdasarkan hasil penelitian para ahli menyimpulkan radiasi sinyal ponsel berada pada level frekuensi yang rendah sehingga tidak akan berakibat fatal bagi para penggunanya. Frekuensi elektromagnetik (Radiasi) yang dimiliki ponsel hampir sama rendahnya dengan frekuensi elektromagnetik yang dimiliki oleh perangkat radio FM.
Seluler berada di frekuensi 800, 900, 1800, 1900 hingga 2100 MHz. Sedangkan radio FM berada di frekuensi 88 hingga 108 MHz. Berbeda halnya dengan frekuensi yang dimiliki oleh perangkat X-Ray yang dianggap sebagai perangkat dengan kebutuhan frekuensi yang sangat tinggi.
Data BBC menyebutkan hal sama dimana seluruh bagian dari sepktrum elektromagnetik disebut sebagai radiasi tetapi hampir semua radiasi memiliki karakteristik yg berbeda-beda di tingkat paling atas adalah radiasi yang paling sering digunakan untuk X-ray. Radiasi X-ray memiliki kemampuan untuk mengubah segala hal yg ditembusnya,termasuk struktur molukul pada manusia.bahkan spektrum X-ray yg memiliki radiasi ionisasi disinyalir dapat mengakibatkan perubahan pada struktur DNA yg berakibat pada timbulnya penyakit seperti kanker.
Frekuensi radio dan ponsel berada pada spektrum paling bawah.mereka memiliki energi yang sangat rendah, tdk sampe menembus objek yg menghalangi. Intinya paling rendah spektrum yg dimiliki maka semakin kecil energi yang dimunculkan, begitu juga sebaliknya.
SMS tidak memiliki kemampuan untuk menghantarkan energi sebesar itu, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang atau membuat pingsan si penerima sms.
Sumber : Best Phone Des-Jan 09
Filed under: Gadget, kontroversi | 2 Comments
Tags: radiasi_ponsel, santet, SMS




















TERBARU : March 12, 2009
Tumor otak spesialis Dr Lennart Hardell, MD, PhD, baik yang bekerja sebagai oncologist dan peneliti di Rumah Sakit Universitas Orebro di Swedia. He is an expert on cell phones and brain tumors. “The evidence for risks from prolonged cell phone and cordless phone use is quite strong. Dia adalah seorang ahli tentang ponsel dan Brain Tumors. “Bukti untuk risiko dari ponsel lama dan menggunakan telepon cordless cukup kuat. For people who have used these devices for 10 years or longer, and when they are used mainly on one side of the head, the risk of malignant brain tumor is doubled for adults and is even higher for persons with first use before the age of 20 years.” Untuk orang-orang yang telah menggunakan perangkat ini selama 10 tahun atau lebih, dan ketika mereka digunakan terutama pada satu sisi kepala, risiko tumor ganas otak adalah dua kali lipat untuk orang dewasa dan bahkan lebih tinggi untuk orang dengan menggunakan pertama sebelum usia 20 tahun. ”
press_release
SUMBER :http://www.bioinitiative.org
Kontroversi pengaruh hp terhadap kesehatan masih belum final hasilnya, sudah banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli dan sebagian dari mereka menyimpulkan bahwa penggunaan hp dalam jangka frekuensi pemakaian tertentu berpengaruh negatif bagi kesehatan manusia, di sisi lain menyimpulkan pengaaruhnya ga begitu signifikan jadi dianggap tidak ada. Tulisan di atas saya ambil dari salah satu tabloid mingguan telepon seluler, so bukan pendapat pribadi saya….
Saya sendiri menganggap bahwa pemakaian hp dalam jangka waktu tertentu memang bisa berpenngaruh terhadap tubuh manusia, pernah sy merasa pusing setelah menerima telepon dari teman selama 15 menit, kepala saya langsung pusing setelah selesai ditelepon.. memang waktu itu badan lagi kurang fit, tetapi saya curiga juga klo hp yg saya pake juga memperburuk kondisi saya waktu itu.
Dewasa ini ini para vendor dalam membuat produk juga memperhatikan efek radiasi yng ditimbulkan oleh perangkat yng mereka keluarkan… oleh karena itu bagi kita yang sudah tidak bisa melepaskan ketergantungan terhadap hp wajib dan kudu memperhatikan faktor ini…
thanks