Namanya juga indonesia, budaya “musiman” sudah menjadi biasa. Termasuk di dunia hiburan, dulu ketika televisi kita dihiasi dengan tayangan mistik, uji nyali, makhluk ghaib, kontes bintang, setiap setasiun TV berlomba-lomba bikin model acara seperti itu. Sekarang musimnya memfilmkan novel.

Yang paling fenomenal adalah 2 film terakhir yang menuai sukses di pasaran, kedua film ini mengadopsi cerita dari novel best seller. Film itu adalah Ayat-ayat Cinta dan Laskar Pelangi. Menurut saya sah-sah saja dengan difilmkannya novel, apalagi novel-novel itu pada bagus-bagus dari sisi cerita.

Seperti ingin mengulang Sukses film AAC, Sinemart kembali menjadi produser film Ketika Cinta Bertasbih yang juga hasil adopsi sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy. Film ini sangat ditunggu-tunggu karena promosi yang jauh-jauh hari sudah gembar-gemborkan, bahkan proses audisinya pun mencontoh acara “idol-idolan” gituh. Saya pikir dengan adanya kabar selesainya film KCB akan langsung diputar di bioskop2, ternyata jadwal perdana penayangannya masih lama, 11 Juni 2009. Mungkin ini strategi marketing produer supaya orang penasaran dan waktu yang di pilih juga mendekati liburan sekolah. Yang paling penting bagi kita adalah adakah muatan-muatan pendidikan didalam film ini? mari kita tunggu…



2 Responses to “Ketika Cinta Bertasbih, Ngikutin Ayat-Ayat Cinta”  

  1. Mudah-mudahan film yang mendidik, bukan film yang mengajarkan kebebasan remaja.


Leave a Reply